Dieng menawarkan
beberapa tujuan wisata alam yang mengagumkan sebut saja telaga, kawah, dan
pemandangan matahari terbit. Pesona Dieng dengan lanskap pemandangan alam
berpadu dengan udara dingin dan perkebunan yang luas membuat Dieng menjadi
semakin eksotis. Lihat saja bagaimana komplek Candi Arjuna maupun telaga warna
di pagi hari yang berkabut. Pemandangan semacam ini membuat kesan yang mistis nan
magis.
Dari beberapa pilihan
wisata yang terdapat di Desa Dieng, berburu matahari terbit adalah salah satu
yang senantiasa dicari wisatawan meskipun mereka harus rela mendaki bukit
bahkan gunung sekalipun. Meskipun harus bersusah payah, pemandangan matahari
terbit yang mengagumkan bisa mengobati lelah. Tanya saja pada wisatawan setelah
menikmati keindahan tersebut, bisa dipastikan yang diingat adalah indahnya
bukan lelahnya. Nah, untuk mencari pemandangan matahari terbit di Dieng, ada
beberapa tempat yang bisa dikunjungi salah satunya dari Gunung Prau yang
setahun ini bak primadona.
Untuk mencapai puncak
Gunung Prau, ada beberapa jalur pendakian yang bisa dilalui, akan tetapi yang
paling populer adalah jalur Pathak Banteng karena jarak tempuh yang lebih
pendek, kurang lebih 3 jam untuk mencapai puncaknya. Dari jalur ini, selama
pendakian, pendaki akan dimanjakan dengan pemandangan Dieng, telaga warna, dan
kawah sikidang yang selalu mengepulkan asam putih dimana kesemuanya seperti
sebuah miniatur yang dikelilingi oleh perkebunan bersekat-sekat yang hijau.
Sebelum sampai puncak, ada hutan cemara yang teduh setelah itu ada padang bunga
liar yang disebut Bunga Lonthe Sore oleh warga setempat.
Puncak Gunung Prau merupakan
padang savana luas berbukit-bukit yang dijuluki bukit teletubies. Ini tidak
mengherankan jika tanggal 31 Agustus yang lalu, tercatat lebih dari 3000 pendaki
memenuhi puncak untuk menikmati matahari terbit. Puncak yang landai tersebut
memang sangat ideal untuk berkemah sambil menunggu pagi.
Untuk menikmati
momen-momen lahirnya matahari, bangunlah sebelum jam 05.00. Selain pemandangan
setelah matahari terbit, langit pagi sebelum matahari benar-benar muncul dengan
gradasi lembayung di ufuk timur berpadu dengan warna langit yang biru cerah
tidak kalah istimewa. Agar keindahan yang tersaji tidak rusak, pakaian hangat
sangat diperlukan. Perlu diingat karena Dieng sendiri suhunya sudah dingin
apalagi jika berada di tempat yang lokasinya lebih tinggi.
Bersiap-siaplah menahan
nafas ketika matahari mulai terbit dari balik cakrawala dimana lautan awan
membuat beberapa puncak gunung yang terlihat seperti bahtera-bahtera raksasa.
Benar saja, pemandangan seperti ini mampu menghilangkan lelah yang telah
ditempuh; Kombinasi lautan awan, gradasi matahari terbit keemasan, dan langit
biru. Belum lagi bias cahayanya diantara padang savana yang hijau dan padang
bunga liar. Surga yang dianugerahkan Tuhan di dunia. Nikmati dan syukurilah selagi
bisa karena ini tidak akan berlangsung lama sembari minum kopi atau teh panas.
Sensasi yang luar bisasa bukan? Bisa jadi belum ada cafe yang menyajikan
kenikmatan semacam ini.
Bagi yang ingin
menikmati keindahan tersebut, untuk mencapai Dieng ada banyak pilihan baik
transportasi umum maupun menggunakan kendaraan pribadi karena dieng memiliki
akses jalan yang mudah, salah satunya melalui Kabupaten Wonosobo. Setelah
sampai di Wonosobo, terdapat plang-plang yang akan mengantarkan kita ke Dieng.
Lokasi jalur pendakian Pathak Banteng terletak sebelum desa Dieng. Jadi jangan
lupa untuk memerhatikan kanan dan kiri agar tidak keblabasan.
Untuk tiket masuk objek
wisata Gunung Prau, pengunjung hanya perlu membayar Rp 6000/ orang. Jangan lupa
juga untuk membawa perbekalan dan peralatan kemah, jika tidak memilikinya,
tidak perlu khawatir karena di dekat base camp gunung prau terdapat tempat
persewaan alat kemah. pertimbangkan juga faktor cuaca dan musim, waktu terbaik
adalah pada saat musim kemarau. Hindari juga pergi ke daerah Dieng ketika
pergantian musim karena suhu biasanya berada di titik terendah. Bahkan tidak
jarang terjadi hujan es. Ini bisa saja menjadi daya tarik akan tetapi tidak
disarakan untuk mendaki karena biasanya sering terjadi badai.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar