Senin, 13 Oktober 2014

Menikmati Matahari Terbit dari Atap Dieng

Dieng menawarkan beberapa tujuan wisata alam yang mengagumkan sebut saja telaga, kawah, dan pemandangan matahari terbit. Pesona Dieng dengan lanskap pemandangan alam berpadu dengan udara dingin dan perkebunan yang luas membuat Dieng menjadi semakin eksotis. Lihat saja bagaimana komplek Candi Arjuna maupun telaga warna di pagi hari yang berkabut. Pemandangan semacam ini membuat kesan yang mistis nan magis.
Dari beberapa pilihan wisata yang terdapat di Desa Dieng, berburu matahari terbit adalah salah satu yang senantiasa dicari wisatawan meskipun mereka harus rela mendaki bukit bahkan gunung sekalipun. Meskipun harus bersusah payah, pemandangan matahari terbit yang mengagumkan bisa mengobati lelah. Tanya saja pada wisatawan setelah menikmati keindahan tersebut, bisa dipastikan yang diingat adalah indahnya bukan lelahnya. Nah, untuk mencari pemandangan matahari terbit di Dieng, ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi salah satunya dari Gunung Prau yang setahun ini bak primadona. 
Untuk mencapai puncak Gunung Prau, ada beberapa jalur pendakian yang bisa dilalui, akan tetapi yang paling populer adalah jalur Pathak Banteng karena jarak tempuh yang lebih pendek, kurang lebih 3 jam untuk mencapai puncaknya. Dari jalur ini, selama pendakian, pendaki akan dimanjakan dengan pemandangan Dieng, telaga warna, dan kawah sikidang yang selalu mengepulkan asam putih dimana kesemuanya seperti sebuah miniatur yang dikelilingi oleh perkebunan bersekat-sekat yang hijau. Sebelum sampai puncak, ada hutan cemara yang teduh setelah itu ada padang bunga liar yang disebut Bunga Lonthe Sore oleh warga setempat.

Puncak Gunung Prau merupakan padang savana luas berbukit-bukit yang dijuluki bukit teletubies. Ini tidak mengherankan jika tanggal 31 Agustus yang lalu, tercatat lebih dari 3000 pendaki memenuhi puncak untuk menikmati matahari terbit. Puncak yang landai tersebut memang sangat ideal untuk berkemah sambil menunggu pagi.
Untuk menikmati momen-momen lahirnya matahari, bangunlah sebelum jam 05.00. Selain pemandangan setelah matahari terbit, langit pagi sebelum matahari benar-benar muncul dengan gradasi lembayung di ufuk timur berpadu dengan warna langit yang biru cerah tidak kalah istimewa. Agar keindahan yang tersaji tidak rusak, pakaian hangat sangat diperlukan. Perlu diingat karena Dieng sendiri suhunya sudah dingin apalagi jika berada di tempat yang lokasinya lebih tinggi.
Bersiap-siaplah menahan nafas ketika matahari mulai terbit dari balik cakrawala dimana lautan awan membuat beberapa puncak gunung yang terlihat seperti bahtera-bahtera raksasa. Benar saja, pemandangan seperti ini mampu menghilangkan lelah yang telah ditempuh; Kombinasi lautan awan, gradasi matahari terbit keemasan, dan langit biru. Belum lagi bias cahayanya diantara padang savana yang hijau dan padang bunga liar. Surga yang dianugerahkan Tuhan di dunia. Nikmati dan syukurilah selagi bisa karena ini tidak akan berlangsung lama sembari minum kopi atau teh panas. Sensasi yang luar bisasa bukan? Bisa jadi belum ada cafe yang menyajikan kenikmatan semacam ini.
Bagi yang ingin menikmati keindahan tersebut, untuk mencapai Dieng ada banyak pilihan baik transportasi umum maupun menggunakan kendaraan pribadi karena dieng memiliki akses jalan yang mudah, salah satunya melalui Kabupaten Wonosobo. Setelah sampai di Wonosobo, terdapat plang-plang yang akan mengantarkan kita ke Dieng. Lokasi jalur pendakian Pathak Banteng terletak sebelum desa Dieng. Jadi jangan lupa untuk memerhatikan kanan dan kiri agar tidak keblabasan.
Untuk tiket masuk objek wisata Gunung Prau, pengunjung hanya perlu membayar Rp 6000/ orang. Jangan lupa juga untuk membawa perbekalan dan peralatan kemah, jika tidak memilikinya, tidak perlu khawatir karena di dekat base camp gunung prau terdapat tempat persewaan alat kemah. pertimbangkan juga faktor cuaca dan musim, waktu terbaik adalah pada saat musim kemarau. Hindari juga pergi ke daerah Dieng ketika pergantian musim karena suhu biasanya berada di titik terendah. Bahkan tidak jarang terjadi hujan es. Ini bisa saja menjadi daya tarik akan tetapi tidak disarakan untuk mendaki karena biasanya sering terjadi badai. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar