Malam
ini playlistnya adalah tentang cinta. Bukan tanpa alasan saya memutar lagu-lagu
cinta. Ada yang tengah risau dan galau tentang cinta. Maka saya pun jadi
penasaran. Saya pikir jawaban atas pertanyaan mengenai cintai akan
bermacam-macam jawabanya. Tidak pasti. Setiap individu akan memiliki sudut
pandangnya sendiri. Maka lagu pertama yang mengalun menemani saya menulis
adalah lagu berjudul What is Love?
yang dipopulerkan oleh Duncan Sheik dalam albumnya Cover 80’s.
I
love you whether or not you love me/
I
love you whether you think that I don’t/
Sometimes
I find you doubt my love/
But
I don’t mind/ why should I mind/
Why
should I mind//”.
Pernah saya
mendiskusikan lirik lagu ini pada teman saya yang juga tengah galau akan cinta.
Dia tidak setuju pada lirik I love you
whether or not you love me. Ya, pada saat seorang individu mencintai
individu lain. Secara manusiawi ia juga ingin mendapat cinta itu. Ada hubungan timbal
balik. Tidak searah. Bukankah sulit sekali mencintai dalam satu pihak saja.
Sebentar, disini saya membatasi cinta dalam arti yang sempit : antara pria dan
wanita, pria dan pria, maupun wanita dan wanita, bukan cinta dari orang tua ke
anak atau pun sebaliknya. Cinta yang biasa di sebut-sebut.
Jika
menjawab apa itu cinta dari penggalan lirik lagu tersebut cinta adalah sesuatu
yang tidak memedulikan lagi apakah yang dicintai akan mencintai. Masa bodoh. Who the hell cares about it. Si penyanyi
bilang I don’t mind. Tidak keberatan
meskipun cinta itu hanya sepihak. Istilah klise nya cinta tak mengharapkan
balasan. Berdasarkan lirik tersebut, si Aku yang mencintai orang lain tidak
peduli jika si Kamu tidak mencintai si aku. Bahkan si Aku juga tidak peduli
jika si Kamu meragukan cintanya. Yang penting si Aku mencintai si Kamu. Lantas,
manusia macam apa yang mampu melakukan itu. Ada memang, tapi ia harus
benar-benar tulus, atau jika meminjam istilah bahasa jawa, dia harus legawa.
Masih merujuk pada lagu tersebut, menurutnya cinta juga tak mempermasalahkan
apakah yang dicintai akan meragukan cintanya atau tidak. Benar-benar cinta yang keras kepala. Jika mencermati lirik
tersebut, pada akhirnya jawaban atas cinta adalah sakit yang harus ditanggung
tanpa harus mengeluh. Sebuah konsekuensi yang berat jika karena suatu keadaan
cinta itu diragukan bahkan seperti lirik-lirik awal you don’t love me.
Tapi
meskipun berat, ada ungkapan klasik yang mengatakan “kamu tidak akan mengerti
cinta itu apa sebelum kamu merasakan sakit”. Seperti kata Incubus dalam lagunya
Love Hurts:
Love
hurts
But
sometimes it’s a good hurt
And
it feels like I am alive
Love
sings
When
it transcends a bad thing
Have
a heart and try me
Cause
without love I won’t survive
Pertanyaan selanjutnya
yang muncul adalah: apakah manusia bisa mencintai orang lain ketika mereka
telah memiliki pasangan. Teman saya itu bertanya dalam perjalanan pulang dimana
kami melewati tanjakan yang ia namai bukit korea. Jawaban egois saya adalah
bisa, Itu mengapa ada putus dan perceraian. Itu mengapa ada jadian dan
pernikahan lagi dan lagi. Kadang saya berpendapat bahwa cinta itu sebenarnya
sangat rapuh dalam beberapa sisi meskipun ia juga bisa menjadi alasan yang sangat kuat. Rapuhnya adalah
karena hati manusia itu senantiasa berubah sewaktu-waktu dan itu tak bisa
dihindari atau bisa dikendalikan.
Bahkan pahitnya,
sewaktu kuliah dosen saya pernah mengutip seorang filsuf yang saya lupa
darimana asal filsuf tersebut, ungkapan ini juga pernah dikemukan oleh
sahabatnya Soe Hok Gie. Meskipun berbeda zaman mereka berdua sepakat untuk
tidak menikahi orang yang mereka cintai. Alasanya mereka tidak mau mengotori
cinta mereka dengan nafsu. Ah, itu cinta
tingkat tinggi, cinta Bahkan, dosen saya juga menambahkan bahwa cinta sejati
itu adalah cinta yang digambarkan melalui Romeo
and Julie, Titanic, A Walk to
Remember dimana kebanyakan orang mungkin tahu bahwa kisah cinta mereka adalah kisah cinta
yang tragis. Cerita mereka tidak berakhir bahagia karena pada akhirnya mereka
dipisahkan oleh kematian. Tapi katanya justru itu lah real love.
Rumit, bahkan the Foreigner masih saja menyanyikan I Want to Know What Love is. Maka
jawaban saya adalah tak ada jawaban yang pasti. Jawabanya ada di masing –
masing hati individu. Jawabanya adalah rumit. Akan tetapi Duncan Sheik memiliki
jawabanya sendiri:
Love
is probably letting people just what they wannabe/
The
door always must be left unlocked//
Jadi cinta menurutnya
adalah sesuatu yang seharusnya membebaskan bukan mengekang.
Sepertinya saya sudah harus mengakhiri. Untuk
menyegarkan pikiran saya putar Good Charlotte: The River. Yang dilanjutkan dengan lagu barunya Avril Lavigne Here’s to Never Growing Up, karena saya
ingin selalu muda dan karena saya sepertinya insomnia lagi. J
J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar