well, setelah posting tentang beberapa film yang aku tonton mungkin sekarang saatnya menulis tentang jalan-jalan. sebenarnya bukan jalan-jalan yang mudah. yap, mendaki gunung. belum lama ini saya menyukai hiking, tepatnya bulan Mei 2013 saya mulai petualangan. memang belum banyak gunung yang saya taklukan. tapi meskipun demikian, banyak hal menarik yang saya temukan. beberapa diantaranya adalah bagaimana menyaksikan matahari terbit, bagaimana padang savana yang luas menghijau, dan tak lupa juga bagaimana letihnya untuk sampai dipuncak. percayalah, lelah ketika mendaki akan terbayar ketika puncak telah ditaklukan. ada rasa bangga yang bukan hanya sanggup menuju puncaknya, tapi bagaimana kita menaklukan diri sendiri untuk bisa sampai puncaknya. pada akhirnya, ini bukan tentang menaklukan gunung, tapi bagaimana menaklukan diri sendiri.
gunung Merbabu adalah gunung ke empat yang aku daki. meskipun demikian aku tulis pertama kali. kenapa? tak ada alasan, hanya setelah membuka beberapa file foto tiba-tiba tergerak untuk menulis.
ada yang belum tahu dimana lokasi Merbabu? seperti beberapa gunung, untuk mendaki gunung ini ada 3 basecamp yang bisa ditempuh sebagai langkah awal, salah satunya melewati kecamatan Selo kabupaten Boyolali. konon, pemandangan yang didapat dengan melewati jalur ini merupakan yang terbagus. dan untuk mencapai selo juga bisa ditempuh melalui berbagai rute. bisa melalui solo-boyolali-selo atau lewat muntilan-selo. jika menggunakan sepeda motor lebih baik lewat muntilan. tapi jika seperti saya yang pakai bis enaknya lewat solo (starting point dari jogja). kenapa? karena pernah saya lewat muntilan dan ternyata kendaraan umum dari muntilan tak ada yang benar-benar sampai selo. kendaraan umum hanya sampai di kawasan wisata Ketep. alhasil saya harus ngojek dari muntilan sampai ke Selo dan harus merogoh kocek sebesar 60.000. untuk backpacker jumlah segitu lumayan mahal. tapi, berhubung keadaan darurat dan tidak memungkinkan saya kembali ke jogja kemudian menempuh jurusan solo, jadi saya pun menggunakan jasa ojek.
well, setelah menunggu rekan-rekan pendaki lain di basecamp, pendakian dimulai kira-kira pukul 14.00. seperti sebelum-sebelumnya saya selalu grogi mengetahui betapa pendakian akan memakan waktu yang lama dengan medan yang belum saya ketahui. tapi daripada perhatian terpusat pada puncak dan letih, lebih baik menikmati keindahan jengkal demi jengkal Merbabu yang hijau. ya, kata teman saya Merbabu adalah miniatur gunung Rinjani dalam hal padang savananya. hijau. seperti bukit teletubies. dan saya pun berpikir bahwa tak perlu keluar negeri untuk mendapatkan pemandangan seperti itu.
di Merbabu sendiri terdapat banyak spot padang savana yang menakjubkan, seperti di Afrika yang sering di pertontonkan di channel TV National Geography.
untuk mencapai puncak kurang lebih butuh waktu 6-7 jam dari basecamp. akan tetapi berhubung hari telah cukup malam saya dan rekan-rekan memutuskan untuk mendirikan tenda di padang Savana 2 yang telah dekat dengan puncak hanya butuh kurang dari 1 jam untuk menuju puncak Kenteng Songo. paginya sebelum jam 5 pagi kami sepakat untuk menuju puncak. well, udara masih sangat dingin. dalam pendakian ke puncak kita akan melewati padang edelweiss yang luas. saat itu tengah berbunga. saya masih begitu excited melihat bagaimana pohon edelweiss itu tinggi-tinggi. begitu purba. maklum pendaki pemula, masih gampang terpukau. masalahnya ketika mendaki gunung sindoro, edelweiss nya tak begitu tinggi dan saat itu juga bunga edelweiss gunung Sindoro belum musimnya berbunga. bagi yang pernah ke gunung Gedhe mungkin edelweiss gunung Merbabu tidak ada apa-apanya. but for me, it's still something.
semakin tinggi pemandangan semakin indah, bukan hanya edelweiss tapi juga padang savana yang terlihat dari ketinggian. dan satu hal yang ditunggu, matahari terbit. sebelum sampai puncak, matahari telah menampakan tanda-tandanya untuk lahir. ini adalah momen favorit saya. melihat gradasi warna di ufuk timur dan garis lurus berwarna kuning oranye yang lembut. sempurna.
di puncak gunung Merbabu, beberapa gunung di Jawa Tengah terlihat, seperti gunung Sumbing, Sindoro, Merapi, dan Lawu yang terlihat di atas awan. ini adalah momen lain yang saya suka, melihat keindahan dari ketinggian. hanya ada satu yang kurang, kopi. sebenarnya dari tempat camp, saya dan rekan-rekan telah berencana membuat kopi di puncak, tapi angin begitu kencang. tapi bukan berarti kami tidak minum sama sekali, kami telah membawa teh hangat di termos kecil. teh hangat dan puncak gunung, sebuah romansa sederhana yang hangat bukan?
tidak sampai satu jam kami di Puncak. setelah jeprat jepret, kami pun kembali ke camp kami. semesta sedang mendukung, hari itu begitu cerah dan biru.
sunrise view on the track of mount peak
well, this is the mounttain peak. great isn't it???
another mountain top view where the sun is rising
The great mount merapi from its sister, Mount Merbabu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar