Jumat, 27 Desember 2013

Beberapa Hal Tentang Bali: Part I

Selama di Bali yang tidak genap 2 hari, saya baru menyadari beberapa hal yang sangat berbeda dibanding tempat-tempat lain, beberapa hal tersebut memang sangat mencolok dan tak mengherankan jika Bali menjadi destinasi wisata international. 
Sesajen adalah hal pertama. Warga bali yang mayoritas beragama Hindu selalu membuat sesajen di pagi hari, siang, dan malam hari. Sesajen itu tak hanya diletakan di Pura, tempat ibadah mereka, akan tetapi juga di Rumah, di teras rumah, di halaman, maupun di depan gerbang rumah mereka. Uniknya lagi, sesajen-seseajen itu tak sama. Ada beberapa komponen-komponen yang berbeda yang belum bisa saya jelaskan. Ini menarik menurut saya karena mereka melakukan itu dengan telaten. 
Hal kedua adalah kebersihan. Selama dua hari tersebut saya banyak melakukan perjalanan meskipun tak singgah di banyak tempat wisata. Akan tetapi dua hari tersebut telah memberikan kesan yang istimewa betapa Bali sangat bersih, berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia. Kebersihan di Bali tampaknya menyeluruh. Siapa turis yang tak suka dengan hal ini?
Hal ketiga adalah arsitektur bangunan-bangunan yang eksotis dan artistic dengan tema etnis yang kental. Ini menarik karena menjadi ciri khas bali sebagaimana Eropa memiliki bangunan-bangunan  yang sangat berkarakter yang  membuat orang mungkin berkata “itu gedung di Eropa.” Bangunan-bangunan yang berarsitektur khas bali dengan pahatan-pahatan khas Bali itu membuat saya berdecak kagum. Indah dan memiliki nilai seni.
Yang keempat adalah Anjing yang berkeliaran. Awalnya saya merasa takut karena biasanya Anjing kampung memiliki sifat galak. Di tempat tinggal saya pun hampir tak ada Anjing yang bebas berkeliaran seperti di Bali. Anjing di Bali sudah seperti Kucing atau Ayam jika dibandingkan di tempat tinggal saya. Maka dari itu saya belajar untuk terbiasa.

Hal- hal diatas membuat saya mengalami culture shock meskipun di Bali yang masih satu Negara. Mungkin banyak tempat di Indonesia yang bisa belajar dari pulau Dewata ini. Local yang mengglobal tapi masih bisa menjadi Bali. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar