500
Days of Summer
500 days of summer adalah salah
satu film yang disebut sebagai film komedi romantic. Akan tetapi, jangan
mengharapkan cerita seperti yang terdapat dalam Leap Year, The Ugly Truth, atau
The Proposal. Sebelum menonton film ini buang jauh-jauh stereotype mengenai
film komedi romantic jika kalian sudah tahu dari synopsis bahwa film ini ber
genre komedi romantis. Bukan berarti film ini tidak bagus? Bukan. Bukan itu.
Film ini bagus karena banyak realita tentang hidup dan cinta yang terpapar di
dalamnya.
Realita adalah sebuah hal yang memang kadang
pahit meskipun tak selamanya realita itu pahit. Kebahagiaan yang disambut
dengan tawa sebenarnya di satu sisi melenakan kita terhadap realita yang
sesungguhnya. Kita terlalu senang menyambut bahagia dengan tangan terbuka.
Tanpa tanda Tanya. Tanpa curiga. Kita menyambutnya tanpa jarak atau tanpa
pemikiran bahwa kelak ada yang lain setelah tawa itu. Adalah cinta yang membuat
Tom (Joseph Gordon Levitt) bahagia. Ia tumbuh dengan kepercayaan bahwa cinta
sejati memang ada dan pasti suatu ketika ia menemukan cintanya itu. Tom bertemu
Summer (Zooey Deschannel) gadis cantik bergaya vintage yang digandrungi banyak
laki-laki dan selalu membuat keuntungan di setiap perusahaan dimana ia bekerja.
Tom bertemu summer yang sebenarnya tak percaya cinta sejati. Baginya hubungan
dua orang laki-laki dan perempuan bukanlah yang harsu melibatkan hati. Dalam 500 Days of
Summer inilah dua sosok yang berasal dari kutub berbeda bertemu.
Mereka bersama. Mereka bercinta hingga Tom benar-benar percaya bahwa Summerlah
cintanya. Ia bahagia tanpa bertanya. Ia bahagia tanpa curiga. Ia bahagia tanpa
menjaga jarak dengan kebahagiaan itu. Realita menjadi sesuatu yang tak penting
lagi. Baginya ia bahagia. Bahkan realita bahwa Summer mungkin tak berfikir
bahwa diantara mereka ada cinta pun tak terfikirkan. Tom mabuk. Segala yang ada
pada diri Summer adalah sebuah keindahan: senyumnya, rambutnya, dan bahkan
benjolan di lututnya. Tom mabuk dalam genangan asmara. Itulah fase pertama.
Fase jatuh cinta yang digambarkan sebagaimana yang terjadi di dalam hidup
sehari-hari. Semuanya indah. Pagi adalah alunan music yang menghentak penuh
semangat.
Akan tetapi dalam hidup, kebahagiaan adalah
satu hal saja. Masih ada hal lain yang sering dilupakan. Hal lain itu bisa saja
cemburu. Hal lain itu adalah patah hati dalam setiap hubungan. Tak muungkin
dalam sebuah hubungan segalanya berjalan baik-baik saja. Dunia butuh cerita
yang tak hanya menghibur tapi juga cerita tragis yang menguras air mata. Inilah
fase putus. Sangat menyakitkan sebenarnya di tinggalkan ketika cinta itu tengah
berada di titik puncak. Tapi realita ini sering tertutup oleh kebahagiaan yang
di sambut dengan kalung bunga, music dan tari-tari. Fase ini digambarkan 500 days of summer dengan real. Yang tadinya indah
menjadi sampah. Yang tadinya penuh pesona
menjadi biasa saja. Tawa menjadi air mata: sebuah realita yang sulit
diterima tapi itulah yang terjadi. Siapa yang menerima air mata kecuali
orang-orang yang benar-benar realistis dan mampu sembuh dari mabuknya. Summer
mengendalikan Tom dengan sangat baik. wanita yang mampu menaklukan pria hingga hampir
menghabisinya. Mungkin ada yang berspekulasi bahwa ada yang salah dengan wanita
manis bergaya vintage ini. Ia seperti wanita yang tidak punya hati. Tapi apa
setiap hubungan harus melibatkan hati dengan sangat intens tanpa
mempertimbangkan apa yang akan terjadi esok? Cinta memang membutakan dalam satu
sisi, tapi haruskah cinta itu membutakan mata terhada realita yang
sesungguhnya. Summer wanita yang hebat. Ia mampu mengendalikan permainan dengan
baik. sebaliknya, Tom adalah pria yang lemah, yang tidak bisa melihat realita
dengan mata terbuka. Ia mabuk, tenggelam bersama perasaanya yang dangkal.
Lihat apa yang sebenarnya kita lakukan Tom?
Summer mempertanyakan itu. Tentu saja Tom tercengang. Bukankah hari-hari yang
mereka lewati adalah hari yang penuh cinta? Seketika itu juga Tom yang melayang
tinggi terjatuh. Dan dengan intonasi yang begitu tenang tanpa beban Summer
berkata bahwa mereka harusnta tak perlu bertemy lagi meskipun pada akhirnya
Summer menemui Tom lagi. Bukan untuk kembali seperti yyang diharapkan Tom. 500 Days of Summer memang ber genre komedi
romantis, ada romansa, ada kekonyolan, ada cinta, tetapi jangan mengharapkan
film ini adalah film biasa karena film ini adalah film tentang realita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar