Hore, Avril Lavigne akhirnya merilis single. Ya,
setelah lama tak terdengar suaranya dalam lagu baru, akhirnya april lalu, pop rock princess ini resmi mengeluarkan single sebagai teaser album barunya yang
rumornya juga akan di release tahun ini. Yang menarik bagi saya bukan hanya
musiknya yang catchy dan easy lestening tapi juga judulnya, here’s to never
growing up. Bagi saya judul itu memiliki filosofi yang sangat personal. Kalau boleh menggunakan bahasa yang agak lebay, lagu
ini gue banget deh.
Begitu masuk bagian awal lagu kita akan dibawa ke mood yang
sangat menyenangkan. Begitu seterusnya hingga bagian chorus dimana backing
vocalnya membuat lagu ini semakin kuat dan cheerful dalam kur. Sedikit banyak
memang lagu ini memiliki mood yang hampir sama dengan lagu di album sebelumnya What the Hell dengan sedikit sentuhan Complicated. Lagu ini menguatkan ia
sebagai sosok wanita yang cuek, meskipun cantik, tapi juga tak terlalu peduli.
Ia adalah rocker yang membedakanya dengan Britney Spears, Beyonce, Christina
Aguilera yang menonjolkan sisi sexy. Sebaliknya Avril Lavigne lebih menonjolkan
sisi cuek, casual, bahkan dinamis. Ketika penyanyi wanita lain memakai bikini
ia memakai kaos T-shirt, jelana jeans dan dasi.
Lagu ini sangat personal sekali buat saya, Here’s to Never Growing Up. Dengan
ceria, tanpa beban, ia bernyanyi bahwa ia tak kan menjadi tua. Ia tetap akan
menjadi muda dan bebas.
We don’t ever stop
And we never gonna change
Say, what we say forever stay
We can stay forever hey
We can stay forever young
Menarik sekali bukan. Ini menjadi personal
karena di usia saya yang menurut sebagian orang tidak lagi muda, tapi saya
masih cuek saja ketika sisi kanak-kanak saya masih mendominasi. Ini menjadi
personal karena saya jengah dengan pertanyaan tentang umur dan setelah itu
mereka akan berkata di usiamu yang sekarang kamu harusnya bla Bla bla. Saya
memang mendekati 27, ada masalah kah dengan itu. Apakah salah menikmati hidup
diusia 27 dengan sisi kanak-kanak yang mudah excited dan menampakan ke-excited-an
nya dengan jelas. saya menolak menjadi tua. Saya akan selalu muda. Itulah
spirit dalam lagu ini yang sangat kuat. Muda yang ceria. Dan yang paling
penting muda yang kaya imajinasi, muda yang kaya warna dan mimpi-mimpi tanpa
terpaut usia dan keadaan yang sering kali membuat kebanyakan orang dewasa
mentok. Apalagi ketika telah terpaut pernikahan dengan satu atau dua anak.
Tanggung jawab sering kali membuat individu mengalami batas dalam bermimpi.
Bukan berarti saya menentang pernikahan, bukan itu intinya. Baru kemarin saya
bertanya pada salah seorang teman, ia seumuran tapi telah menikah dan punya
satu anak yang masih lucu sekali. Ia bahagia dengan keluarganya. Dan saya salut
dengan dia karena ia telah mampu bertanggung jawab dalam sebuah ikatan pernikahan
dan keluarga. Saya bertanya bagaimana rasanya di usianya ia telah menikah dan
punya anak. Ia mengatakan dengan jujur bahwa ada senangnya dan ada tidaknya.
Sangat wajar sekali. Tapi yang paling membekas dalam benak saya adalah ia
menyarankan saya untuk membujang dulu. Hore. Membujang itu bagi saya sangat
berarti dan teman saya sangat mendukung here’s to never growing up. Dan secara
mengejutkan ibu saya pun tidak seperti ibu-ibu yang lain yang menuntut saya
harus menikah setelah lulus. Saya mengatakan masih banyak sekali yang ingin
saya raih sebelum saya terikat pernikahan. saya tidak mau semua yang saya
cita-citakan terpentok oleh rumah tangga.
Baru-baru ini saya dengar dari seorang teman, “usia
saya meamang baru 20 tapi yang penting saya dewasa”. Begitu ia selesai bicara
seperti itu, saya langsung menyanggah, usia saya boleh tua tapi jiwa saya tetap
muda. Kenapa harus begitu serius teman. Apa menghadapi hidup harus serius dan
serius agar dianggap dewasa. Saya ingin tetap “muda” memang tidak mungkin seperti
Peterpan dalam dunia dongeng karena ini dunia nyata, minimal seperti lagunya Wiz Khalifa, Bruno Mars ft Snoop Dog, Young Wild and Free
So what we get drunk
So what we smoke
We just having fun
We don’t care who see
So what we go out
That’s how I supposed to be
We are young and wild and free
Saya menolak tua jika itu alasan untuk mengubur mimpi. saya menolak tua untuk terus bermimpi dan menjalani hidup dalam warna-warna yang indah. :) :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar