Selasa, 07 Mei 2013

HERE’S TO NEVER GROWING UP: MENOLAK TUA



Hore, Avril Lavigne akhirnya merilis single. Ya, setelah lama tak terdengar suaranya dalam lagu baru, akhirnya april lalu, pop rock princess ini resmi mengeluarkan single sebagai teaser album barunya yang rumornya juga akan di release tahun ini. Yang menarik bagi saya bukan hanya musiknya yang catchy dan easy lestening tapi juga judulnya, here’s to never growing up. Bagi saya judul itu memiliki filosofi yang sangat personal. Kalau boleh menggunakan bahasa yang agak lebay, lagu ini gue banget deh.
Begitu masuk bagian awal lagu kita akan dibawa ke mood yang sangat menyenangkan. Begitu seterusnya hingga bagian chorus dimana backing vocalnya membuat lagu ini semakin kuat dan cheerful dalam kur. Sedikit banyak memang lagu ini memiliki mood yang hampir sama dengan lagu di album sebelumnya What the Hell dengan sedikit sentuhan Complicated. Lagu ini menguatkan ia sebagai sosok wanita yang cuek, meskipun cantik, tapi juga tak terlalu peduli. Ia adalah rocker yang membedakanya dengan Britney Spears, Beyonce, Christina Aguilera yang menonjolkan sisi sexy. Sebaliknya Avril Lavigne lebih menonjolkan sisi cuek, casual, bahkan dinamis. Ketika penyanyi wanita lain memakai bikini ia memakai kaos T-shirt, jelana jeans dan dasi.
Lagu ini sangat personal sekali buat saya, Here’s to Never Growing Up. Dengan ceria, tanpa beban, ia bernyanyi bahwa ia tak kan menjadi tua. Ia tetap akan menjadi muda dan bebas.
We don’t ever stop
And we never gonna change
Say, what we say forever stay
We can stay forever hey
We can stay forever young

 Menarik sekali bukan. Ini menjadi personal karena di usia saya yang menurut sebagian orang tidak lagi muda, tapi saya masih cuek saja ketika sisi kanak-kanak saya masih mendominasi. Ini menjadi personal karena saya jengah dengan pertanyaan tentang umur dan setelah itu mereka akan berkata di usiamu yang sekarang kamu harusnya bla Bla bla. Saya memang mendekati 27, ada masalah kah dengan itu. Apakah salah menikmati hidup diusia 27 dengan sisi kanak-kanak yang mudah excited dan menampakan ke-excited-an nya dengan jelas. saya menolak menjadi tua. Saya akan selalu muda. Itulah spirit dalam lagu ini yang sangat kuat. Muda yang ceria. Dan yang paling penting muda yang kaya imajinasi, muda yang kaya warna dan mimpi-mimpi tanpa terpaut usia dan keadaan yang sering kali membuat kebanyakan orang dewasa mentok. Apalagi ketika telah terpaut pernikahan dengan satu atau dua anak. Tanggung jawab sering kali membuat individu mengalami batas dalam bermimpi. Bukan berarti saya menentang pernikahan, bukan itu intinya. Baru kemarin saya bertanya pada salah seorang teman, ia seumuran tapi telah menikah dan punya satu anak yang masih lucu sekali. Ia bahagia dengan keluarganya. Dan saya salut dengan dia karena ia telah mampu bertanggung jawab dalam sebuah ikatan pernikahan dan keluarga. Saya bertanya bagaimana rasanya di usianya ia telah menikah dan punya anak. Ia mengatakan dengan jujur bahwa ada senangnya dan ada tidaknya. Sangat wajar sekali. Tapi yang paling membekas dalam benak saya adalah ia menyarankan saya untuk membujang dulu. Hore. Membujang itu bagi saya sangat berarti dan teman saya sangat mendukung here’s to never growing up. Dan secara mengejutkan ibu saya pun tidak seperti ibu-ibu yang lain yang menuntut saya harus menikah setelah lulus. Saya mengatakan masih banyak sekali yang ingin saya raih sebelum saya terikat pernikahan. saya tidak mau semua yang saya cita-citakan terpentok oleh rumah tangga.

Baru-baru ini saya dengar dari seorang teman, “usia saya meamang baru 20 tapi yang penting saya dewasa”. Begitu ia selesai bicara seperti itu, saya langsung menyanggah, usia saya boleh tua tapi jiwa saya tetap muda. Kenapa harus begitu serius teman. Apa menghadapi hidup harus serius dan serius agar dianggap dewasa. Saya ingin tetap “muda” memang tidak mungkin seperti Peterpan dalam dunia dongeng karena ini dunia nyata, minimal seperti lagunya Wiz Khalifa, Bruno Mars ft Snoop Dog, Young Wild and Free
So what we get drunk
So what we smoke
We just having fun
We don’t care who see
So what we go out
That’s how I supposed to be
We are young and wild and free

Saya menolak tua jika itu alasan untuk mengubur mimpi. saya menolak tua untuk terus bermimpi dan menjalani hidup dalam warna-warna yang indah. :) :) 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar