Senin, 15 April 2013

5 CM- Novel Ringan Penuh Inspirasi


5 CM
Karya: Donny Dirgantoro
Baru setengah bagian dari novel saya baca. Kadang saya ikut memutar beberapa lagu-lagu yang di lampirkan oleh penulis dalam novelnya. Ya beberapa lagu saja karena koleksi lagu saya tidak se lengkap yang penulis miliki. Novel ini tidak sekadar menghibur. Banyak sekali pelajaran yang menginspirasi saya dengan cara penyampaian dan bahasa yang tidak rumit karena menggunakan bahasa anak muda. Ada bagian dimana saya cekikikan sendiri seperti orang gila, ada bagian yang mengharukan seperti ketika ke enam tokoh berada di lempuyangan. Ada bagian yang mengajarkan saya untuk tidak mudah menyerah seperti pada saat tokoh ian mengerjakan skripsi yang tertunda karena pada saat saya membaca novel ini saya juga sedang mengerjakan skripsi yang tertunda. Ada bagian yang sangat personal dimana saya secara tidak langsung lebih memahami diri saya yang kurang lebih seperti dalam lagunya Radiohead, Fake Plastic Trees. Ada bagian dimana saya juga mengerti bahwa saya telah terjebak dalam zona aman seperti ketika penulis melalui tokoh Zafran mengutip filsuf Yunani, Plato. Ketika mambaca bagian ini, saya memiliki tekad untuk tidak takut berpetualang. Melepas zona nyaman. Melepas sesuatu yang kita anggap milik kita. Hal ini menguatkan apa yang ditulis Budayawan Sudjiwo Tedjo dalam kumpulan tulisanya yang  berjudul Jiwo J#ncuk dalam bagian Tubuhmu, Jiwamu, Binatangmu.
Novel ini mengajarkan sesuatu tanpa menggurui. Melalui lima tokoh sentral, penulis merangkum banyak hal dalam satu proses bersama yang disebut persahabatan. Lima tokoh tersebut paling tidak mewakili karakter-karakter yang berbeda. Masing-masing unik. Memiliki warna sendiri-sendiri. Warna-warna itu berbaur menjadi pelangi yang melukiskan kisah yang apik dan cerdas (karena biar hancurnya seperti apa pun, tokoh-tokoh yang ada dalam novel ini semuanya cerdas, kadang-kadang terasa seperti mustahil mereka semua serba tahu meskipun tidak mustahil juga ketika dalam realita manusia mau belajar).
Bagian melodramatic yang saya rasakan adalah bahwa saya juga memiliki beberapa sahabat. Sahabat yang pada akhirnya terpisah karena memang harus begitu. Setelah lulus dari universitas masing-masing memiliki kesibukan sendiri-sendiri yang mengharuskan kita tinggal di kota yang berbeda. Sesak sekali rasanya. Mengapa harus demikian? tapi kekhawatiran itu di tepis melalui quotation sederhana dari lagu yang dinyanyikan oleh Ptoject Pop, “bila kita nanti tua dan hidup masing-masing ingatlah hari ini….”. sekali lagi meskipun secara tidak langsung saya mengucapkan terima kasih buat pengarang novel 5 cm meskipun covernya telah bergambar poster film (jujur saya kurang suka). Apalah arti sebuah cover.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar