Rabu, 24 April 2013

Leap Year



Sutradara                     : Anand Tucker
Penulis scenario           : Deborah Kaplan, Harry Elfont
Pemain                        : Amy Adams, Matthew Goode, Adam Scott

Bahkan di sebuah Negara barat yang logis pun, mitos bersemi. Irlandia, mitos itu hidup diantara tebing-tebing dan senja yang lembut. Di bulan februari, 4 tahun sekali dimana februari berumur 29 hari, wanita yang kasamaran bisa melamar prianya. Sebuah mitos bodoh yang akhirnya dianggap romantis oleh Anna (Amy Adams). Maka, dari Amerika dengan tekadnya yang meluap-luap ia memesan tikat ke Dublin untuk melamar kekasihnya, Jeremy (Adam Scott). Meskipun pada awalnya Anna menertawai mitos ini ketika sang ayah menceritakan bahwa neneknya melamar sang kakek di tahun kabisat. “saya tidak perlu meniru apa yang dilakukan nenek bukan?” jawab Anna tak peduli. Tapi begitulah, manusia memang harus berhati-hati dengan ucapanya sendiri. Meskipun ia masih saja mengatakan mitos bodoh, tak masuk akal, tapi ia terus mencari video “leap year proposal” di internet yang kemudian mengubah pandanganya.
Maka terbanglah ia ke Dublin, dengan bangganya ia mengatakan pada penumpang di sebelahnya bahwa ia ke Dublin untuk melamar kekasihnya yang dokter ahli jantung. Tapi tidak menarik jika ia sampai ke Dublin dengan mudah. Cuaca buruk melanda. Penerbangan ke Dublin di alihkan ke Wales. Saya jadi teringat ungkapan Mario Teguh, jika istri sudah berkemauan, Tsunami pun enggan. Istri dalam hal ini juga merupakan seorang wanita. Sebagai seorang wanita yang berkeinginan kuat untuk melamar kekasihnya sebelum februari usai tentu saja ia tidak tinggal diam dan menunggu penerbangan ke Dublin hingga esok harinya bukan. Ia menyewa kapal ke Dublin. Beres. Satu masalah terselesaikan. Sebagai penonton kita tak perlu repot-repot memikirkan betapa Anna begitu kaya. Tapi lagi-lagi Dublin terasa begitu jauh. Kapal tak bisa langsung menuju Dublin, badai besar menghantam dan ia pun terdampar di sebuah tempat yang ia tak tahu namanya. Tapi anggaplah itu sebuah takdir dalam kehidupan. Karena jika tidak, ia tak akan bertemu dengan Declan (Mathew Goode) yang beraksen Irlandia kental, kasar, dan tak acuh tapi pada akhirnya mau mengantarkanya ke Dublin dengan imbalan 500 euro karena biaya sewa bar nya telah mengalami masa tenggang. Huh…lagi-lagi alasan untuk mereka bersama. Sampai di sini mungkin penonton telah bisa menebak akhirnya. Typical film komedi romantis yang ringan seperti harum manis. Meskipun demikian, ada alasan untuk enggan meninggalkan film ini. Dalam perjalanan yang diwarnai perdebatan-perdebatan kecil, mereka membawa penonton ke tempat-tempat indah di Irlandia dengan pegunungan-pegunungan berkabut yang tampak dingin dan segar dengan lembah-lembah yang hijau, hujan es yang benar-benar es, tebing-tebing terjal tepi laut dengan senja yang jingga nan menawan, kastil. Keindahan-keindahan yang menggantikan seks seperti kebanyakan film komedy romantis pada umumnya seperti no string attached, life as we know it, love and the other drugs, dsb.
Mereka saling membenci dengan indah hingga akhirnya Anna tiba di Hotel tempat Jeremy menginap. Di tempat itulah sebelum Anna mengucapkan sesuatu, Jeremy berlutut dan melamar Anna. Tentu saja Anna bilang “I do”.
Amy Adam bermain dengan baik. Film macam ini mungkin tak ada masalah sama sekali untuk seorang Amy Adams yang telah beberapa kali di nominasikan di Academy Awards baik untuk Supporting Role atau Leading Role seperti dalam peranya yang memikat dalam Doubt, Fighter, dan Problem with The Curve. Sebelumnya ia pun bermain dalam film keluarga besutan Disney berjudul Enchanted. Bermain dalam film ringan macam ini mungkin hanya makanan ringan. Jadi jika ia bermain dengan baik itu sudah sepantasnya. Matthew goode juga tak ada masalah dengan  aksen Irlandia karena dia seorang British yang bisa dinikmati acting dan aksenya dalam film seperti Brideshead Revisited yang sangat British. Setelah bermain di film Single Man sebagai seorang Gay yang beradu acting dengan Collin Firth dimana dalam film ini Collin Firth di nominasikan sebagai actor terbaik dalam Academy Awards, Leap year seperti sebuah rehat untuk seorang Matthew Goode berakting di film serius. Memang dalam leap year tak banyak yang bisa dieksplor.
Meskipun ringan dan cerita yang sebenarnya mudah ditebak seperti kebanyakan film dalam genre ini. Leap year bisa menjadi guide  kita melalui Anna dan Declan menelusuri sudut-sudut Irlandia yang indah dengan senja jingga yang menakjubkan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar