Sutradara
: Boaz Yakin
Pemain : Jason Statham, Catherine Chan
Rusia dan China
berseteru, tapi bukan perang antar Negara melainkan perseteruan antar dua kubu
geng yang ada di Amerika. Dua gang besar yang menguasai beberapa sector di
Amerika. Inti cerita klasik dalam sebuah film ber genre action. Dan seperti
yang telah diduga-duga akan ada perkelahian, tembak-menembak, darah, dan
pembunuhan tanpa rasa berdosa. Resep lama yang masih di gunakan. Tapi bukan
berarti tidak menarik. Jason Statham di dapuk menjadi tokoh utama dalam film
ini, dan seperti kita tahu ini bukanlah satu-satunya film Tuan Statham yang
beraliran Action, sebelumnya ia membintangi The Expandable bersama sejumlah actor kenamaan Hollywood, The mechanic, crank, transporter, dll. Film
semacam ini sepertinya telah menjadi trademark seorang Jason statham. Jika
diumpamakan seperti makanan, maka film ini adalah makanan sehari-hari. Jadi tak
mengherankan ia memerankan tokoh Luke dengan baik; menjadi seorang pria yang
tak banyak bicara dan pandai berkelahi tapi meneteskan air mata karena cintanya
pada sang istri. Gang Rusia mengancamnya untuk tidak lagi memperlihatkan batang
hidungnya, jika tidak mereka menggunakan istrinya sebagai sandera. Ia pun
pergi. Menjadi tuna wisma. Harapan sepertinya tak ada lagi kecuali terjun
menabrakan diri di kereta api bawah tanah. Dimana resep film action nya. Nanti
dulu. Sesaat sebelum ia melompat, ada seorang gadis kecil bermata sipit
berjalan setengah berlari. Ia tahu gadis kecil itu ketakutan. Ia mengawasi
gerak gerik gadis keturunan china itu yang kelak akan ia tahu bahwa namanya adalah
Mei. Beberapa pria mengikutinya. Disinilah Luke terlibat dan ketika Mei tak
takut lagi pada sosok tinggi besar dan garang ini, mei bertanya.
“why you help me?”
“you
saved me”. Luke percaya Mei telah menyelamatkan hidupnya.
Sehingga ada semacam alasan untuk menyelamatkan gadis itu dari kejaran dua
kelompok mafia. Tak pelak, Luke pun ikut menjadi sasaran ke dua mafia tersebut.
Baku tembak terjadi. Masing-masing ingin mendapatkan gadis kecil genius itu.
Dalam kondisi seperti itu saya sebenarnya simpati dengan tokoh Mei. Dalam
usianya yang masih sangat kecil ia telah mengetahui pembunuhan tanpa dosa.
Lihatlah bagaimana ia harus dipaksa melihat orang dihajar dan ditembak mati
tepat di hadapanya. Sebagai anak kecil ia tentu saja ngeri meskipun otaknya
seperti computer yang mengingat apa pun. Tapi ini film action, bukan film drama
yang menayangkan efek psikologis secara lebih dalam dan rumit. Nikmati saja
film ini sebagai hiburan sambil sesekali bersimpati terhadap gadis kecil yang
telah mengalami berbagai kejadian jauh melampaui anak seusianya.
“even you are crazy, you are not stupid man” begitu ungkap Mei. Dari
obrolan kecil itu, Luke akhirnya tahu alasan mafia mengejarnya. Mei membawa
sebuah kode rahasia berupa angka yang tersimpan bukan di kertas maupun
computer, tapi berada di otaknya. Kode itu harus dibawa kesebuah tempat untuk
kemudian mendapatkan kode lain yang member petunjuk ke sebuah tempat. Dari
obrolan kecil itu, Mei memberi tahu kode itu pada Luke. Meskipun ketegangan
telah terjadi sejak pertemuan Mei dengan Luke, ketegangan setelah Luke mendapat
kode itu terasa berbeda. ia memanggil rekan-rekannya yang telah
memecundanginya. Dalam film ini, kebanyakan polisi yang hanya mencari untung
dan rela membantu mafia untuk mendapatkan uang. Bahkan mengurus pemindahan
kewarganegaraan.
Ada titik balik dimana
Luke membalik keadaan, memecundangi rekan-rekanya dan ia lah yang berkuasa.
Luke menerapkan strategi yang cerdas hingga akhirnya ia menemukan dimana
seharusnya ia menggunakan kode itu.
Film ini menarik untuk
dinikmati. Untuk ukuran film beraliran Action, film ini memiliki ide yang
klasik sebenarnya: perseteruan dua kelompok Mafia yang memerebutkan satu hal
yang berujung pada darah dan pembunuhan, tapi seperti yang saya katakana tadi
klasik bukan berarti tidak menarik. Yang membedakan dari film lain adalah bahwa
film ini tidak memakai tokoh wanita sexy yang bisa saja menjadi teman tidur
Luke, tapi seorang gadis China kecil jenius yang berusia tidak lebih dari 10
tahun. Ini menarik sebenarnya melihat hubungan kedua tokoh tersebut. Luke yang
dianggap gila tapi tak bodoh oleh Mei, dan Mei seorang kanak-kanak yang telah
memiliiki pola pikir seperti orang dewasa yang mengetahui bagaimana seorang
mafia mengelola bisnisnya. Salah satu adegan kecil yang menarik adalah ketika
Luke mengulurkan tanganya untuk menuntun Mei pergi. Dengan lugas ia berkata , “I’m not 5 years old”. Lantas diakhir
cerita Mei pun menolak Luke untuk menjadikanya anak angkat. “cukup sudah aku
memiliki Ayah angkat, aku ingin kamu menjadi temanku saja”. Ungkapnya.
Alur cerita memang cukup
komplek akan tetapi alur dijaga dengan cukup baik yang mana ketegangan film di
ramu sesuai tingkatan-tingkatan dalam cerita sehingga tidak overload. Hal yang
dipertanyakan adalah dimanakah istri Luke yang sangat dicintainya itu?
Dari segi acting,
apalagi yang diharapkan dari Jason Statham ketika berperan dalam film semacam ini?
Dia sudah menjadi ahlinya, jadi tak perlu dipertanyakan meskipun ada sebuah
pertanyaan bagaimana jika ia memerankah tokoh yang sama sekali berbeda dari
citra yang selama ini disandangnya. Tapi untuk usia yang sepertinya tak muda
lagi, Jason Statham masih memiliki charisma yang sexy.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar