Senin, 29 April 2013

SAFE




Sutradara       : Boaz Yakin
Pemain           : Jason Statham, Catherine Chan
Rusia dan China berseteru, tapi bukan perang antar Negara melainkan perseteruan antar dua kubu geng yang ada di Amerika. Dua gang besar yang menguasai beberapa sector di Amerika. Inti cerita klasik dalam sebuah film ber genre action. Dan seperti yang telah diduga-duga akan ada perkelahian, tembak-menembak, darah, dan pembunuhan tanpa rasa berdosa. Resep lama yang masih di gunakan. Tapi bukan berarti tidak menarik. Jason Statham di dapuk menjadi tokoh utama dalam film ini, dan seperti kita tahu ini bukanlah satu-satunya film Tuan Statham yang beraliran Action, sebelumnya ia membintangi The Expandable bersama sejumlah actor kenamaan Hollywood, The mechanic, crank, transporter, dll. Film semacam ini sepertinya telah menjadi trademark seorang Jason statham. Jika diumpamakan seperti makanan, maka film ini adalah makanan sehari-hari. Jadi tak mengherankan ia memerankan tokoh Luke dengan baik; menjadi seorang pria yang tak banyak bicara dan pandai berkelahi tapi meneteskan air mata karena cintanya pada sang istri. Gang Rusia mengancamnya untuk tidak lagi memperlihatkan batang hidungnya, jika tidak mereka menggunakan istrinya sebagai sandera. Ia pun pergi. Menjadi tuna wisma. Harapan sepertinya tak ada lagi kecuali terjun menabrakan diri di kereta api bawah tanah. Dimana resep film action nya. Nanti dulu. Sesaat sebelum ia melompat, ada seorang gadis kecil bermata sipit berjalan setengah berlari. Ia tahu gadis kecil itu ketakutan. Ia mengawasi gerak gerik gadis keturunan china itu yang kelak akan ia tahu bahwa namanya adalah Mei. Beberapa pria mengikutinya. Disinilah Luke terlibat dan ketika Mei tak takut lagi pada sosok tinggi besar dan garang ini, mei bertanya.
why you help me?”
“you saved me”. Luke percaya Mei telah menyelamatkan hidupnya. Sehingga ada semacam alasan untuk menyelamatkan gadis itu dari kejaran dua kelompok mafia. Tak pelak, Luke pun ikut menjadi sasaran ke dua mafia tersebut. Baku tembak terjadi. Masing-masing ingin mendapatkan gadis kecil genius itu. Dalam kondisi seperti itu saya sebenarnya simpati dengan tokoh Mei. Dalam usianya yang masih sangat kecil ia telah mengetahui pembunuhan tanpa dosa. Lihatlah bagaimana ia harus dipaksa melihat orang dihajar dan ditembak mati tepat di hadapanya. Sebagai anak kecil ia tentu saja ngeri meskipun otaknya seperti computer yang mengingat apa pun. Tapi ini film action, bukan film drama yang menayangkan efek psikologis secara lebih dalam dan rumit. Nikmati saja film ini sebagai hiburan sambil sesekali bersimpati terhadap gadis kecil yang telah mengalami berbagai kejadian jauh melampaui anak seusianya.
even you are crazy, you are not stupid man” begitu ungkap Mei. Dari obrolan kecil itu, Luke akhirnya tahu alasan mafia mengejarnya. Mei membawa sebuah kode rahasia berupa angka yang tersimpan bukan di kertas maupun computer, tapi berada di otaknya. Kode itu harus dibawa kesebuah tempat untuk kemudian mendapatkan kode lain yang member petunjuk ke sebuah tempat. Dari obrolan kecil itu, Mei memberi tahu kode itu pada Luke. Meskipun ketegangan telah terjadi sejak pertemuan Mei dengan Luke, ketegangan setelah Luke mendapat kode itu terasa berbeda. ia memanggil rekan-rekannya yang telah memecundanginya. Dalam film ini, kebanyakan polisi yang hanya mencari untung dan rela membantu mafia untuk mendapatkan uang. Bahkan mengurus pemindahan kewarganegaraan.
Ada titik balik dimana Luke membalik keadaan, memecundangi rekan-rekanya dan ia lah yang berkuasa. Luke menerapkan strategi yang cerdas hingga akhirnya ia menemukan dimana seharusnya ia menggunakan kode itu.
Film ini menarik untuk dinikmati. Untuk ukuran film beraliran Action, film ini memiliki ide yang klasik sebenarnya: perseteruan dua kelompok Mafia yang memerebutkan satu hal yang berujung pada darah dan pembunuhan, tapi seperti yang saya katakana tadi klasik bukan berarti tidak menarik. Yang membedakan dari film lain adalah bahwa film ini tidak memakai tokoh wanita sexy yang bisa saja menjadi teman tidur Luke, tapi seorang gadis China kecil jenius yang berusia tidak lebih dari 10 tahun. Ini menarik sebenarnya melihat hubungan kedua tokoh tersebut. Luke yang dianggap gila tapi tak bodoh oleh Mei, dan Mei seorang kanak-kanak yang telah memiliiki pola pikir seperti orang dewasa yang mengetahui bagaimana seorang mafia mengelola bisnisnya. Salah satu adegan kecil yang menarik adalah ketika Luke mengulurkan tanganya untuk menuntun Mei pergi. Dengan lugas ia berkata , “I’m not 5 years old”. Lantas diakhir cerita Mei pun menolak Luke untuk menjadikanya anak angkat. “cukup sudah aku memiliki Ayah angkat, aku ingin kamu menjadi temanku saja”. Ungkapnya.
Alur cerita memang cukup komplek akan tetapi alur dijaga dengan cukup baik yang mana ketegangan film di ramu sesuai tingkatan-tingkatan dalam cerita sehingga tidak overload. Hal yang dipertanyakan adalah dimanakah istri Luke yang sangat dicintainya itu?
Dari segi acting, apalagi yang diharapkan dari Jason Statham ketika berperan dalam film semacam ini? Dia sudah menjadi ahlinya, jadi tak perlu dipertanyakan meskipun ada sebuah pertanyaan bagaimana jika ia memerankah tokoh yang sama sekali berbeda dari citra yang selama ini disandangnya. Tapi untuk usia yang sepertinya tak muda lagi, Jason Statham masih memiliki charisma yang sexy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar